Thursday, February 14, 2008

Surat Untukmu

Sungai Buloh Wetland Singapore

Bunda sayang,
ku ingat kasihmu yang tiada henti, tiada pernah pudar walau apapun menerpa yang kadang menyakiti hatimu, membuatmu menangis, membuatmu bersusah hati, tapi kasih itu Bunda, kutau selalu membara dalam hatimu..

Bunda sayang,
ku rindu kehadiranmu, ku ingat pelukanmu, betapa ku mendamba tuk dapat bercengkerama dengan mu, mendengar keluh penyakitmu yang selalu membuatku bertekat tuk mencari tempat berobat yang paling baik, berkeluh kesah dengan mu, berpeluh gerah mencoba resep2 baru.. ah Bunda.. begitu banyak hal yang kita pernah lakukan bersama..

Bunda sayang,
tiada tempat bagiku untuk berbagi setelah kau pergi, tiada tempat bagiku tuk mengadu, bertukar fikiran mengenai keputusan yang harus ku ambil. Kini dan sebelumnya dan mungkin hingga nanti, ku harus mencari jalanku sendiri, Bunda. Ku harus tegar berdiri seperti karang, tidak terkikis gelombang kehidupan, menjadi tempat berlindung para kerang dan kepiting yang menempel kuat berusaha berlindung. Dan ku tau Bunda, begitulah dirimu dulu, menjadi karang untuk diriku, si kerang dan kepiting yang kadang menempel terlalu kuat sehingga menyakitkan dirimu yang kadang tanpa sengaja mengigit badanmu dengan capitku sehingga melukaimu.

Bunda sayang,
taukah dirimu kalau kini kupun punya si kerang dan kepiting yang ku sayang? Dan mereka manis dan lucu, Bunda. Keras diluar dan lembut didalam seperti kerang dan kepiting. Dan kusayang mereka seperti kau menyayangi ku dulu. Dan kumengerti kini, Bunda, bara cintamu pada ku, kasih yang tidak pernah padam itu yang kini membuatku kuat, Bunda. Seperti kuatmu dulu, seperti karang dalam dirimu yang kini ku tiru dalam hidupku...

Hiduplah tenang di sisiNya Bunda, Alfatihah berkali-kali kupanjatkan untukmu.. Hanya itu yang dapat ku lakukan kini. Dan ku tau pasti kau kan selalu di hati. Kan ku ingat karangmu, Bunda, hingga saatku pun tiba..


Happy valentine just for you...
-----------------------------
Berbahagialah bagi mereka yang masih memiliki Ibu dalam kehidupan mereka hingga saat ini. Ku iri padamu, karena kutau pasti sorga dibawah telapak kaki ibu itu tak sekedar ucapan tapi suatu kekuatan yang tidak akan pernah tergantikan...

No comments: